

<a href=”http://www.bloglovin.com/blog/2008042/mellys-chateau-iv?claim=zqubzc6559m”>Follow my blog with bloglovin</a>
Dia mampu mengunci rapat rahasia hidupnya yang terbesar.
Jika tidak, dia pasti sudah dicampakkan dari Planet Mars.
Walaupun Arya pasangannya, tentu mengetahui rahasia itu.
Mengapa dia berpasangan dengan sejenis Arya?
Karena Arya pasangannya pun menderita kelainan sama seperti dia.
Tak terduga, aku kenal dengan seorang Arya di bumi yang menaruh rasa padanya.
Entah bagaimana perasaan Arya pasangannya jika mengetahui hal ini.
Sekarang dia bangkit, menuju dunia kami.
Untuk bertemu tidak hanya dengan para Mars, tetapi Venus.
Meski raganya terlihat begitu jantan,
jiwanya terlalu feminin layaknya Barbie klasik.
Dia tidak merefleksikan sinar maskulinitas di batinnya.
Dibanding Arya-Arya temannya, dia seperti Maya.
Dirinya tak bisa mengubah.
Rahasianya sungguh terlalu pahit untuk sekedar dijadikan permen mint.
Dia bahkan terlalu lemah untuk diadu hanya dengan mantan pacar Barbie, Ken.
Dia terlalu sering meratapi kehidupannya.
Dia terlalu sering berpikir negatif terhadap tiap sisi permasalahan.
Dia menganggap dirinya selalu melakukan kesalahan.
Dia menumpahkan isi hatinya yang galau, di sebuah sudut.
Dia mendramatisir segala hal yang dihadapinya.
Sehingga semua menjadi sulit dan dia menangis.
Dia memang terlalu lemah sebagai seorang Arya.
Dia pun terlalu manja daripada Maya-Maya yang sebenarnya.
Namun tak ada yang menyangka sebelumnya,
bahwa di bumi, dia diartikan sebagai seorang lelaki.
Untungnya, hanya beberapa lelaki yang seperti dia.
Jika tidak, kiamat memang sudah sangat dekat.
Arya lain yang menaruh rasa padanya pun iba dan memberi dia simpati lebih dari simpati yang seharusnya diberikan untuk Maya.